Cerita Islami: Kisah Mengharukan Pemuda Pencari Kebenaran

By | December 17, 2013

Kisah Mengharukan Pemuda Pencari Kebenaran

Ini adalah kisah mengharukan yang diceritakan oleh Syaikh Muhammad Hassan mengenai saudara kita yang pada akhir kehidupannya Alloh selamatkan dari kekalnya api neraka. Sungguh dimanakah rasa syukur kita sebagai muslim yang sejak lahir Alloh telah berikan nikmat hidayah kepada kita? Dan akankah pada akhir hidup nanti kita bisa mempertahankannya?

إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَا يَكُونُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إِلَّا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الْكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا

Demi Zat yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya salah seorang dari kamu telah melakukan amalan penghuni surga sampai ketika jarak antara dia dan surga tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga ia melakukan perbuatan ahli neraka maka masuklah ia ke dalam neraka. Dan sesungguhnya salah seorang di antara kamu telah melakukan perbuatan ahli neraka sampai ketika jarak antara dia dan neraka tinggal hanya sehasta saja namun karena sudah didahului takdir sehingga dia melakukan perbuatan ahli surga maka masuklah dia ke dalam surga. (HR. Muslim no. 4781)

Berikut kisahnya:

Seorang pemuda Amerika berdarah spanyol, menemui saudara-saudara kita di Islamic Center (Masjid) di daerah Brooklyn (Amerika).

Dan dia berkata dengan penuh keyakinan: “Saya ingin menjadi seorang Muhammadian (Pengikut Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi Wasallam)”.

Mereka bertanya kepada pemuda itu “Siapa Anda?” dan “Bagaimana ceritanya sehingga Anda ingin menjadi pengikut Muhammad?”.

Dia menjawab, “beritahu Saya (bagaimana caranya), tapi jangan bertanya”.

Mereka memintanya untuk mandi maka dia melakukannya. Mereka meminta dia untuk bersyahadat dia pun melakukannya. Mereka mengajarkannya bagaimana tata cara sholat, maka dia pun melakukannya. Pertama-tama dia melaksanakan sholat subuh (fajr), kemudian sholat dhuhur. Hari pertama, kedua, dan ketiga dia tetap melaksanakan sholat. Saudara-saudara kita semua memperhatikannya karena dia selalu menangis, khusyuk, ketakutan dan sujudnya yang panjang. Saudara kita ini bersujud dan (seperti) tidak ingin mengangkat kepalanya. Dia bersujud dan terus menangis. Ketika dia mendengar Al Qur’an dia pun menangis.

Pada hari ketiga setelah sholat Magrib, seorang saudara kita duduk disampingnya dan berkata “Saudaraku, saya seperti merasa rendah (minder) dengan kehadiranmu”. “Saya tidak pernah melihatmu kecuali saya melihatmu sedang menangis. Ketika Anda bersujud (sepertinya) Anda tidak ingin mengangkat kepala Anda. Siapa sebenarnya Anda dan bagaimana kisah Anda?”.

Dia menjawab dengan mengatakan: “Dulu Saya seorang Nashoro (Kristen) dan kemudian saya mencari kebenaran”.

Pemuda ini biasa membaca tentang islam dan agama-agama lain dan Dia meminta kepada Alloh (Tuhan) untuk menunjukkan kepadanya kebenaran (Al-Haq). Dia adalah seorang pemuda yang mencari kebenaran. “Sebelum malam saya datang kemari, Saya tertidur dan menangis dan berdoa kepada Tuhan untuk menunjukkan kepada Saya (jalan) kebenaran. Dan ketika saya tertidur, Saya melihat Nabi Alloh, Jesus (Isa Alayhissalam). Dia menunjukku dengan tangan kanannya sambil berkata “Jadilah seorang Muhammadian (Pengikut Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alayhi Wasallam)”. Saya (terbangun) kemudian  meninggalkan rumah dan menemui kalian.”

Setelah itu, adzan isya pun berkumandang dan tibalah waktunya untuk shalat Isya’. Pada rakaat pertama dia bersujud tapi dia tidak mengangkat kepalanya. Saudara-saudara kita berpikir dia (mungkin) tertidur. Akhirnya sholat isya pun selesai dan saudara-saudara kita memanggilnya (mencoba membangunkannya), tapi dia tidak menjawab. Kemudian salah seorang saudara kita menggerakkannya perlahan, dan pemuda itu tiba-tiba jatuh ke lantai. Mereka kemudian sadar pemuda itu wafat ketika bersujud!!

Ingatlah waktu kematian itu semakin dekat, maka Ya Alloh, berikan kami waktu terbaik ketika berakhirnya hidup kami.

يَا أَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَئِنَّةُ

ارْجِعِي إِلَى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً

فَادْخُلِي فِي عِبَادِي

وَادْخُلِي جَنَّتِي

Hai jiwa yang tenang.  Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.  Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku. (QS.Al-Fajr:27-30)

Copas dari http://sunnahkami.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *