BPOM Temukan 59 Obat Tradisional Mengandung BKO

By | December 19, 2013

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan sebanyak 59 jenis obat tradisional yang dicampur dengan Bahan Kimia Obat (BKO).

“Penemuan itu adalah hasil pengawasan BPOM di seluruh Indonesia periode Oktober 2012 hingga Oktober 2013,” ujar Plt Kepala BPOM dr M Hayatie Amal dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (8/11).

Dia menjelaskan BKO yang diidentifikasi dicampur dalam obat tradisional tersebut didominasi oleh penghilang rasa sakit dan obat rematik seperti parasetamol dan fenilbutason serta obat penambah stamina seperti sildenafil. “Parasetamol seharusnya digunakan untuk demam, namun dipakai untuk penghilang rasa sakit. Sementara pemakaian sildenafil bisa merusak jantung, katanya.

Dari 59 obat tradisional itu, sebanyak 57 di antaranya tidak terdaftar, dan dua terdaftar. “Kami sudah menarik izin edarnya untuk dua merk obat itu dan menarik produknya dari pasaran,” katanya. Sedangkan untuk yang mempunyai izin edar, dicabut izinnya dan diproses secara pro-justitia bekerja sama dengan aparat penegak hukum.

“Dalam penanganan kasus ini, kami melakukan koordinasi lintas sektor baik dengan pemerintah daerah dan asosiasi. Selain itu juga dilakukan pembinaan kepada UMKM di sentra produksi jamu,” ujarnya.

Hayatie juga meminta masyarakat untuk tidak mengkosumsi obat tradisional yang mengandung BKO tersebut dan melaporkan jika menduga adanya produksi atau peredaran obat tradisional yang ilegal,” harap dia.

Berikut ini daftar obat tradisional yang mengandung BKO: Chang San Beruang (kapsul), Ibnu Sina (kapsul), Viagra X (kapsul), On Man Pembangkit Tenaga Perkasa, Kapsul Asam Urat Flu Tulang Cikunguya Cap Suramadu, Zinkzhae, Ramuan Tradisional Gemuk Sehat dan Nafsu Makan (kapsul), Performa Epimedium (kapsul), Saplingtan Powder, Asmur TOP, Daun Binahong (kapsul), Lida Slimming (kapsul),  Jinten Hitam (kapsul), Pegal Linu Lalurat Cap Madu Klanceng, dan Asam Urat Jamur Mas.

Obat lainnya adalah Pegal Linu Cap Madu Klanceng, Thing Bao Sari Mahkota Dewa, Amuraten, Alma Ramping Ayu, Shuyga, Obat Kuat Tahab Lama Pusaka Madu Ekstra Strong, Urat Madu Black, Long Hwa Tibet Tianxiong, Obat Kuat Tahan Lama Gali-Gali Asli, Africa Black Ant, One Night 8 Times, Akar Ginseng, Kapsul Istimewa Gemuk Sehat, Buah Merah Plus Sea Horse dan Ginseng,  Dewi Pelangsing, Jamu Tradisional Jaya Prima Gemuk Sehat A1, dan Pegal Linu dan Asam Urat Herbalin.

Obat berbahan BKO lainnya adalah Kopi Rempah Cap Luwak Cobra, Tupai Jantan, Buah Naga Merah, Jan-Ban, Zhui Feng Tan, Zam-zam, Ramuan OT Husada Dewa Plus Sirih Merah, Ekstrak Kapsul Sumber Syariat Cap Kuda Liar, Jamu Tradisional Wali Songo, Sesak Nafas Batuk Asma, Guar Gum Suplemen Serat Tinggi, Urat Kuda, Sari Pinang, Kapsul Istimewa Gemuk Sehat, Surya Java, Urat Dewa, Honeymoon, dan Berkah Husada Pegal Linu.

Jenis-jenis jamu yang mengandung BKO, seperti Jamu Jawa Dwipa Cap Tawon Klanceng, Jamu Tradisional Asam Urat Cap Madu Klanceng,  Jamu Tradisional Asam Urat Cap Madu Klanceng Produksi UD Telaga Ayu Mandiri, Obat Herbal Pegal Linu dan Asam Urat Madu Tawon Klanceng, Pegel Linu Mahkota Dewa, Jamu Gali-Gali, dan Jamu Amat Kwat.

Copas dari www.republika.co.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *